Menu
HomeNews

Seminar PPRA menjadi salah satu rangkaian acara HUT RS Panti Waluya yang ke-90


Seminar PPRA

       Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-90, salah satu rumah sakit tertua di kota Malang yang terletak di Jl Nusakambangan no.56, yaitu RS Panti Waluya Sawahan Malang atau lebih dikenal dengan nama RS RKZ Malang menyelenggarakan berbagai rangkaian acara, salah satunya adalah seminar bagi tenaga kesehatan. Seminar ini dilaksanakan selama 1 hari pada hari Sabtu, 14 Desember 2019, dengan tema “Prevention of Antibiotic Abuse and Irrational Use.” Tema ini diambil karena adanya kecenderungan semakin meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik akibat dari penggunaan yang tidak sesuai, baik di dalam masyarakat itu sendiri maupun oleh tenaga kesehatan. Selain itu, tema ini juga berhubungan erat dengan salah satu program yang sedang digencarkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu Program Pengendalian Resistensi Antibiotika (PPRA). 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seminar PPRA

       Seminar yang diadakan di Ruang Maranatha ini, menghadirkan pembicara-pembicara handal yang sudah bergerak di bidang PPRA, yaitu dr. Irene Ratridewi, Sp.A (K), M.Kes dengan materi “Pitfall Penggunaan Antibiotik”, dr. Artono Isharanto, Sp.B, Sp. BTKV dengan materi “Penggunaan Antibiotik Profilaksis dan Empirik”, dr Heri Sutanto, Sp. PD dengan materi “Manajemen Pasien dengan MDRO (Multidrug Resistant Organism)” dan juga karena pentingnya peran farmasi dalam penggunaan antibiotik, panitia juga menghadirkan pembicara dari farmasi klinis, yaitu bapak Agustinus Santoso, M.farm-Klin, Apt dengan materi “Peran Farmasi Klinik dalam Penggunaan Antibiotik". Sedangkan dari RS RKZ sendiri, menghadirkan dr. Teguh Iman Hari Wibawa, Sp.B, beliau pernah mendapatkan pelatihan PPRA dan saat ini menjabat sebagai ketua komite PPRA di RS RKZ. Materi yang dibawakan adalah mengenai PPRA secara umum dan hal-hal yang harus dipahami oleh para tenaga medis dalam penggunaan antibiotik.

      Secara umum, anggota dari Komite PPRA rumah sakit terdiri dari 6 pilar utama, yaitu dokter klinisi dari masing-masing bagian, keperawatan, instalasi farmasi, laboratorium mikrobiologi, komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi), serta Komite KFT (Farmasi dan Terapi). Untuk itu para peserta seminar dan undangan adalah orang- orang pilihan yang nantinya akan berperan dalam komite PPRA yang ada di rumah sakit, yaitu dokter umum dan dokter spesialis, perawat, petugas laboratorium, farmasi klinis, dan orang yang tergabung dalam komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) rumah sakit. Acara ini pun juga dihadiri oleh dewan direksi RS Panti Waluya Sawahan Malang, serta beberapa tamu undangan dari rumah sakit sekitar di kota malang, salah satunya seperti RSI Aisyiyah malang, dan juga tamu undangan dari fasilitas kesehatan yang bernaung di bawah yayasan karya misericordia, dengan total kurang lebih 135 peserta.

 

  

Seminar PPRARS Panti Waluya Sawahan Malang berharap dengan adanya seminar dari para pembicara handal dengan materi mengenai penggunaan antibiotik yang rasional serta adanya data-data yang menunjukkan penyalahgunaan yang tinggi terhadap antibiotik baik untuk pencegahan saat menjelang operasi ataupun sebagai terapi definitif kepada pasien. Seminar ini dapat membuka mata para tenaga kesehatan untuk tidak sembarangan dalam memberikan antibiotik tanpa adanya indikasi yang sesuai karena dapat berdampak akhir, tidak ada lagi antibiotik yang dapat melawan bakteri tersebut. Selain itu juga diharapkan, para tenaga kesehatan dapat mengedukasi masyarakat untuk tidak sembarangan dalam mengonsumsi antibiotik tanpa adanya saran dan resep dari dokter yang memeriksa.

 

Page 2 of 15

AMBULANCE 24 JAM

ambulance

Visitors

734785
TodayToday251
YesterdayYesterday329
This WeekThis Week1126
This MonthThis Month2336
All DaysAll Days734785
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
 

Get In Touch

11 langkah mencuci

Go to top